“What have I done in this life to deserve this?”, demikian ujar Hillary Swank, ketika memenangkan Oscar untuk kedua kalinya. Dalam nafas rasa syukur yang sama, di hari ultah saya, pertanyaan ini terngiang pagi ini, di kereta yang penuh sesak sepanjang Pondok Ranji-Tanah Abang. Hujan gerimis rintik, stasiun becek, tukang koran penuh senyum, tukang semir sepatu yg gigih, seorang wirausaha baru yang amat bersemangat –menjajakan roti panggang (Rp 5000 per bungkus) dan nasi uduk (Rp 4000 per bungkus), seorang ibu yang membawa gembolan hitam besar –yang dengan rasa salah namun tidak berdaya menghalangi jalan keluar orang–, semua ini tidak menghalangi rasa syukur ini.
Apakah hidup ini serentetan kejadian yang saling berhubungan? Jikalau ada seorang statistian yang berusaha mencari pola distribusi hidup seorang manusia, dapatkah ia mencari bukti, bahwa hanya karena kejadian “A: dulu saya memberi uang kepada seorang anak muda penjaga WC secara tiba-tiba” dengan kejadian “B: saya berkesempatan menyaksikan rumah Allah dari dekat” dalam hidup saya tidak ada hubungan sebab akibat. Apakah karena kejadian A terjadi lebih dulu, maka kejadian B adalah akibat dari A. Atau tidak?
Pertanyaan sama juga dengan mudah diajukan ketika berhadapan dengan situasi, dimana –meski seluruh hidup telah dijalani dengan prinsip hidup jujur dan amanah, namun pada puncak karir difitnah, dicerca dan dimaki. “What have I done in this life to deserve this?”. Apakah hidup ini adalah a series of independent, unfortunate and fortunate, events? When you look back, you just don’t have a clue what has happened, what’s going on, not to mention, what the future will be. You simply don’t know.
***
Terimakasih kepada teman-teman sekalian yang telah mengucapkan selamat. Di hari ultah ini, rajutan utas-utas benang yang tak kasat mata–bak benang-benang pada suku Na’vi di Avatar– yang membentuk jalinan perkawanan, rajutan pertemanan dan simpul persahabatan terasa amat indah. Utas-utas benang ini mungkin tidak terlihat oleh mata manusia, tapi jelas terasa di hati. Terimakasih.