Sebagai staf gubernur, sering saya bertugas mendampingi Pak Boed. Sepanjang perjalanan menuju tempat acara adalah waktu mengenal sosok Pak Boed lebih dekat. Bagaimana tidak? Hanya ada kami berempat. Supir dan Ajudan di depan, kami berdua di belakang. Pak Boed berpesan agar rambu lalu lintas harus dipatuhi. Mobil pengawal tidak boleh menyalakan sirine untuk menembus kemacetan. Walhasil, makin macet Jakarta, makin lama waktu saya dengan Pak Boed, makin saya mengenal Pak Boed. Dalam mobil, jika tak bicara, jika keheningan sejenak tercipta, hal unik yang saya perhatikan adalah kebiasaan Pak Boed untuk menepuk-nepukkan tangan kirinya ke paha. Pelan dan mantap, dengan irama teratur. Tap…tap…tap. Terkadang saya larut dalam ketukannya, sambil menduga-duga, “pasti Pak Boed sedang berpikir keras”.
Pak Boed suka bicara banyak hal. Hal ekonomi materi utama, hal pendidikan membuat Pak Boed bergairah. Namun, Pak Boed berbeda. Unik tepatnya. Kebanyakan orang, apalagi yang sudah merasakan asam garam kehidupan, senang berbicara panjang lebar tentang dirinya sendiri. Tentu saja tentang kehebatannya di masa lalu. Pak Boed amat berbeda. Setahun saya menemani Pak Boed, Pak Boed tidak pernah membicarakan dirinya sendiri, apalagi membanggakan prestasinya. Tidak sekalipun. Padahal Pak Boed adalah ekonom terbesar Indonesia saat ini. Kerendahan hati dan disiplin diri ini amat mengagumkan. Ini mengapa Pak Boed adalah orang besar.
Saya percaya orang besar memiliki jalan hidup yang unik. Jalan yang jarang ditempuh oleh banyak orang, bukan karena tak terlihat tapi karena lebih sulit. Sepenggal ungkapan penyair Robert Frost dalam ‘The Road Not Taken’ terasa lebih pas:
Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;
…
…
Two roads diverged in a wood,
and I—I took the one less traveled by,
and that has made all the difference.
Jalan Pak Boed tempuh tak banyak dilalui orang. Jalan Pak Boed adalah jalan unik. Karenanya, Pak Boed orang besar.
(Gambar diambil di Patung John Harvard, Harvard University, 20 April 2009)
